Review The Predator (2018)

 

The Predator (2018) bercerita tentang upaya dan usaha dari seorang ayah untuk menyelamatkan anaknya yang terjangkit autisme dari tangan Predator.

Pesawat dari predator menuju bumi menjadi pembukaan film ini. Seorang sniper bernama Quinn McKenna (Boyd Holbrook) sedang dalam pekerjaannya ketika dia terkena pod untuk meloloskan diri dari predator. Dalam kejadian ini, anak buahnya terbunuh oleh predator itu. Sementara itu Quinn berhasil mendapatkan peralatan dari predator tersebut termasuk topengnya yang legendaris. Supaya ia tidak di curigai pemerintah, dia mengirimkan alat-alat tersebut ke rumahnya. Tapi sayang , anaknya Quinn ,Rory yang mengidap autisme tidak sengaja membuka kotak tersebut yang dia kira adalah mainan, dan menyebabkan bangkitnya kembali predator.

Download Movie Subtitle Indonesia

“The Loonies”, Tim yang terdiri dari satuan tentara yang diasingkan dan dihukum karena berbagai perilaku buruknya terhadap anggotanya.

Ada sebuah grup yang tidak dianggap berupaya menyelamatkan dunia seperti layaknya film The Monster Squad-nya Shane Black. cerita mengenai konspirasi pemerintah yang ingin menutup-nutupi kemunculan Predator. Sosok antagonis yang ingin menguasai pesawat predator dan terakhir ada cerita mengenai anak autis yang mendapatkan topeng predator ini membuat cerita menjadi berlapis-lapis sehingga menyebabkan tidak fokus dan kurang rapih.

Atmosfer ketegangan masih di pertahankan The Prredator, berdarah-darah dan kesadisannya melihat dari sosok predatornya  masih sangat lihai mampu bersembunyi dan menghilang layaknya ninja itu dan tentu dengan segala peralatan canggihnya itu. Bahkan sekarang lebih hebat lagi karena ada sosok Predator raksasa! Hal ini didukung juga oleh scoring dari Henry Jackman yang masih mempertahankan unsur-unsur scoring pada film Predator terdahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *